Kamis, 04 Maret 2010

putri


Putri,
Anak manis di gubuk cantik
Sudahkah kau cuci raut malaitkatmu
Menyikat gigi lalu membasuh tangan serta kaki

Apa kata malam hari ini? Tentang angkasa kah?
Padang luas di atas sana
Tempat jutaan bintang berhamburan
Bersaing satu dan lainnya

Tenang Putri
Letak Bintang itu, tidak pernah terlalu jauh
Seukuran depa jika di lihat
Berkerlap kerlip sesuka matamu berkedip

Nanti dia akan datang
Menari-nari layaknya lampu Natal
Mengiring lelarian mungilmu
Menertawakan lutut yang terluka

Bersyukurlah sayang akan setiap hari pada malam

Sebutkan pada bintang, akan cintamu yang tak pernah jauh
(hanya seukuran kata jika di rasa, bersahutan sesering kau memanggil)

Jakarta ini, memang selalu sibuk. Menukarkan ritme kasih sayang dengan deru kendaraan

Jangan kecewa Mungil. Aku tidak sedang menjualnya.
Namamu selalu pertama terlintas
Tak peduli berapa cepat pesawat jet melayang atau roket melesat

malangnya, ada masa yang terpaksa kusulam pelan-pelam
Kuyakin bukan pekara pola dan kepuasan
Transaksi alot dengan kenyataan,
penawaran dan perlawanan
Agar bila kompromi datang

kau dan aku bisa bertukar nafas dengan biasa
melempar haru dan jerit yang sempat tertahan

lalu berdoa bersama bintang

Ya, kau dan aku, putri

0 comments:

Poskan Komentar

please leave a coment