
Dan Tuhan berkata kepada Abraham. Lihatlah bintang di langit seta pasir di pantai sejah itulah kau akan berkembang biak.
------
Ah malam yang benar.
Terimaksih telah melukiskan bintang.
Kami malas berpantun, kami enggan bersajak.
Kami duduk bersama di pasir mencari drama.
Nelayan tadi tidak kunjung tampak. Pasangan tua menyuarakan kegirangan. Lagu lama bergaung sendu.
Kau tahu hari apa ini malam?
Hari Kamu dan Kamu berbicara rahasia
Hari saat bersyukur pada limpahan air mata yang ta habis memenuhi laut.
(Begitulah kami mendefinisikan capai, berlarian mengejar. Mencari, terdampar...)
Aku yakin ceritamu jauh lebih banyak dari yang sempat terbaca.
(Dia meyakini kalau kasih juga semudah gelombang pasang.)
Jangan salahkan kami, jika ucapan senang berlebihan kali ini.
Namun kami bahagia atas tosca yang mewarnai air.
Kilau plankton terkejut dan belaian angin.
Aku berdebar dalam ketidakterbatasan (Dia tertawa dalam kecupan)
Sebanyak, pasir di laut dan bintang dilangit
Selama, dua perempuan menjauh dari masa untuk berbincang mesra.
Malam,
Kami tahu hari ini Tuhan hanya bicara cinta pada Abraham
Sabang, Jully 2010
0 comments:
Poskan Komentar
please leave a coment