Kamis, 08 Desember 2011

Cukup Biarkan


Sebenarnya cukup biarkan kami gila untuk mencinta. Mencakar dan mencaci tersungkur tercabik.

Sebenarnya cukup biarkan kami meratap untuk mencinta. Memenuhi debuan puisi berpeluhkan tangisan.

Toh kami sedang berproses mencari-cari tembok yang akan menghancurkan mimpi tersebut.

Tapi jangan kibuli semuanya dengan erangan aturan purba tentang omong kosong.

Fakta prematur tempuhan perjalanan baru.

Kami ini berotak kok, kami ini bernyawa, kami ini bukan boneka.

Kami ini anak anak berpendidikan yang sudah dewasa.


Cukup biarkan kami meradang untuk mencinta.

Berikan saja vodka, pelukan hangat dan senyuman dari semua pilihan kepedulian kalian.

0 comments:

Poskan Komentar

please leave a coment